Di episode 3 The Ordinary Jackpot yang berjudul “What I Believe In”, Eun-tae akhirnya berhenti bermain aman. Pemeran Eun-tae, Lee Jun-hyuk, menampilkan atasan baru yang bukan hanya mengejar target kontrak, tapi juga rela berhadapan dengan para petinggi demi menjaga brand milik timnya. Di akhir episode, ia malah menerima kabar yang bikin waswas soal anggota tim baru. Aku rangkum dulu jalan ceritanya, lalu kita bahas apakah episode ini benar-benar memuaskan.
Sinopsis Episode 3: Dari Kantor Kepala Departemen sampai Telepon Peringatan
Awal Mula Jun-ho Masuk Tim 5
The Ordinary Jackpot Episode 3 dibuka dengan kilas balik ke hari ketika Eun-tae dipromosikan menjadi ketua tim. Kepala Departemen Park Hyun-sook memanggil Jun-ho dan memintanya pindah ke Tim 5 untuk bekerja di bawah Eun-tae. Alasannya sederhana: menurut Park, keduanya cocok bekerja sama.
Satu Tim Datang Lebih Pagi
Di masa kini, Eun-tae tiba di kantor dan terkejut karena seluruh anggota timnya sudah datang lebih dulu. Saat mulai membagi tugas, ia sadar Jun-ho sudah membagikan pekerjaan-pekerjaan penting. Bagi Eun-tae, ini tanda bahwa teguran yang ia berikan sebelumnya ternyata membuahkan hasil.
Tak lama kemudian, Wakil Direktur Jang melihat Jun-ho dan Eun-tae menyiapkan pertemuan dengan Laknes. Pesannya to the point: tanda tangani kontraknya dan jangan buang banyak waktu.
Obrolan Tim 2 yang Membuka Peta Kekuasaan
Ada satu adegan singkat tapi penting. Joo-hee, karyawan Tim 2, berbincang dengan rekannya. Dari percakapan itu terungkap bahwa Tim 5 diperkirakan akan menyerahkan brand-nya ke Tim 1 dan Tim 2, karena manajer kedua tim tersebut sedang dalam jalur promosi. Artinya, Tim 5 bukan sekadar bekerja keras. Mereka sedang berlomba dengan waktu.
Pertemuan dengan Laknes: Melampaui Standar Minimum
Eun-tae dan Jun-ho menyambut Kim Hyeong-chan dan Sakamoto dari pihak Laknes. Adegan berpindah antara kilas balik persiapan tim dan percakapan langsung keempat pria itu, sehingga ritmenya tetap enak diikuti.
Inti pertemuannya begini. Eun-tae menyampaikan bahwa semua orang mengira Tim 5 hanya akan menutup kesepakatan di level dasar lalu selesai. Ia dan Jun-ho punya rencana lain, yaitu membawa Laknes jauh melewati batas minimum. Hasilnya, para pimpinan Laknes setuju menaikkan margin sebesar 5% dan menambahkan insentif untuk staf toko. Jujur, aku tidak menyangka mereka bisa sampai sejauh itu.
Kartu dari Kepala Departemen dan Permintaan yang Mengejutkan
Hasil negosiasi dibawa ke Kepala Departemen Park, dan ia jelas senang. Ia memberikan kartunya kepada Eun-tae agar Tim 5 bisa merayakan keberhasilan ini. Lalu Park menanyakan soal reorganisasi brand, dan Eun-tae menjawab tanpa ragu. Ia ingin mempertahankan semua brand. Yang dibutuhkan hanya satu karyawan tambahan, dan timnya sanggup mengurus semuanya.
Wakil Direktur Jang terkejut. Kilas balik menunjukkan Eun-tae sudah menyampaikan hal yang sama kepada Jun-ho saat makan malam di episode sebelumnya, jadi ini bukan keputusan spontan.
Rapat Para Ketua Tim
Kepala Departemen kemudian mengumpulkan semua ketua tim dan meminta Eun-tae menjelaskan keputusannya. Jawabannya lugas: ia ingin timnya tetap memegang brand yang sudah mereka garap.
Park tidak berhenti di situ. Ia menegur para ketua tim lain yang lebih sibuk mengejar angka dan promosi ketimbang bekerja dengan baik. Jung Seon-hyeok pun ikut kena tegur karena dianggap terlalu santai hanya karena tidak sedang dalam antrean promosi. Sebelum rapat bubar, Park memerintahkan Wakil Direktur Jang untuk mengirim Jang Hyang-eun, karyawan yang baru kembali dari China, ke Tim 5.
Wakil Direktur Jang Menanyakan Alasannya
Usai rapat, Jang meminta Eun-tae tetap tinggal dan bertanya kenapa ia bersikap membangkang. Jawaban Eun-tae menyentuh. Ia mengingatkan bahwa Jang dulu adalah ketua tim yang baik bagi anak buahnya, dan Jang juga ketua tim termuda pada masanya, sama seperti Eun-tae sekarang. Eun-tae hanya ingin memperlakukan juniornya dengan baik, seperti yang dulu dilakukan Jang.
Keduanya turun ke lantai bawah, tempat Jun-ho, Gi-tae, dan Ji-hye menunggu. Jang ikut memberikan kartunya dan menyuruh mereka memakainya untuk makan malam tim putaran kedua.
Jung Seon-hyeok Tak Tampak Senang
Di tempat lain, Jung Seon-hyeok memikirkan kembali ucapan Kepala Departemen Park. Raut wajahnya jelas menunjukkan bahwa ia tidak senang.
Makan Malam Tim: Apa yang Diyakini Eun-tae?
Dalam acara makan malam, Eun-tae mengaku ia tidak cukup percaya pada orang lain sehingga pujian maupun hinaan mereka tidak memengaruhinya. Jun-ho pun bertanya, lalu apa yang ia yakini? Eun-tae menjawab bahwa ia percaya pada masa lalunya, pada cara ia menjalani hidup selama ini.
Peringatan tentang Jang Hyang-eun
Ketika suasana mulai tenang, Eun-tae menerima telepon dari Hae-joo. Ia memperingatkan soal anggota baru Tim 5, Jang Hyang-eun. Menurut Hae-joo, cabang China akan segera meledak karena skandal korupsi, dan Hyang-eun terlibat cukup dalam. Hae-joo menilai Eun-tae dan timnya dalam masalah.
Epilog: Gi-tae Meniru Gaya Eun-tae
Episode ditutup dengan adegan ringan. Gi-tae menuliskan notulen pertemuan Laknes yang dipimpin Eun-tae sambil mencoba berbicara seperti atasannya itu.
Review Episode 3: Kepemimpinan yang Bikin Kita Ikut Berharap
Bos yang Berani Pasang Badan
Bagiku, kekuatan terbesar episode ini ada pada satu pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan kerja sehari-hari: seperti apa atasan yang benar-benar membela timnya? Episode 3 menjawabnya lewat Eun-tae. Ia tidak berhenti di target, dan ia rela terlihat “membangkang” di depan Kepala Departemen dan Wakil Direktur demi anak buahnya. Rasa percaya dirinya yang baru terasa pas, dan Lee Jun-hyuk berhasil menunjukkan betapa berbedanya kepribadian Eun-tae kali ini.
Rencananya juga makin jelas. Eun-tae tidak mau Tim 5 terus menjadi tim yang kelelahan dan selalu dipandang sebelah mata. Ia ingin memperjuangkan mereka sampai mendapat pengakuan yang layak. Karena itu, adegan Laknes terasa bukan sekadar kemenangan, tapi bukti bahwa ia serius.
Chemistry Eun-tae dan Jun-ho
Aku senang melihat Eun-tae dan Jun-ho bekerja bersama, karena kemampuan mereka saling melengkapi. Obrolan Joo-hee juga patut dipuji, sebab cara ia menjelaskan hubungan antartim terasa ringan dan mudah dipahami tanpa penjelasan panjang.
Wakil Direktur Jang tetap menjadi karakter yang menarik. Eun-tae jelas mengagumi sosok Jang sebagai ketua tim di masa lalu, walaupun prioritas Jang sekarang sudah bergeser. Ketegangan itulah yang membuat adegan setelah rapat terasa lebih berbobot dari perkiraanku.
Sedikit Kekurangan
Ada satu catatan. Pembicaraan soal margin dan persentase bisa terasa membingungkan, tergantung seberapa akrab kamu dengan dunia penjualan dan bisnis. Aku masih bisa menangkap garis besarnya, tapi wajar kalau sebagian penonton kehilangan fokus di bagian negosiasi.
Konflik Baru Mulai Menyala
The Ordinary Jackpot Episode 3 ini memberi Eun-tae dan timnya kemenangan yang nyata, lalu memakai bagian akhir untuk menebar masalah baru. Siapa sangka Jung Seon-hyeok bisa berubah dari teman menjadi lawan secepat itu? Setidaknya, itulah yang tampaknya ingin diisyaratkan episode ini. Kehadiran Jang Hyang-eun bersama peringatan dari Hae-joo hampir pasti akan mengguncang tim.
Serial ini mungkin belum menjadi yang paling memikat, tapi ada cerita menarik yang sedang terbentuk. Episode 3 memberiku alasan cukup untuk terus menonton.
The Ordinary Jackpot Episode 2 | Eps Guide | The Ordinary Jackpot Episode 4