Sinopsis The Ordinary Jackpot Episode 10: Ending, Nasib Ji-hye & Review

Sari 7 menit baca 9 dilihat 0 komentar
Sinopsis The Ordinary Jackpot Episode 10: Ending, Nasib Ji-hye & Review

Finalnya bukan soal menang undian. Ini soal apa yang tersisa setelah semua orang bilang kamu beruntung.

Sinopsis The Ordinary Jackpot episode 10 membawa kita ke babak penutup perjalanan Eun-tae di Hongsung International. Kali ini ia tampil percaya diri di meja negosiasi, bertemu kembali dengan sahabat lamanya, lalu tersandung satu keputusan yang akibatnya jatuh ke orang lain. Di bawah ini ringkasan lengkapnya, penjelasan ending, dan penilaianku sebagai penonton yang mengikuti ceritanya sampai tamat.

Rapat dengan Belmore: Dibekali Izin untuk Bertindak Berani

Episode dibuka dengan pertemuan besar antara Hongsung International dan para eksekutif department store Belmore. Eun-tae menyadari ada juru ketik di ruangan sebelah yang mencatat notulen rapat, jadi semua ucapan akan tercatat resmi. Kilas balik memperlihatkan alasan ia begitu tenang: Executive Director Gu sudah mengizinkannya bersikap berani selama rapat.

Obrolan dimulai dari hal ringan, yaitu CGM yang kini juga mengambil alih perusahaan bernama Gwangdong. Kim Soon-wook dan rekannya lalu mengusulkan agar toko mereka mengambil beberapa merek dari Gwangdong. Eun-tae menangkap celah itu. Menurutnya, Mantua tidak akan senang bila CGM memakai Gwangdong sebagai pintu belakang untuk masuk ke Tiongkok, apalagi Belmore sendiri sudah punya department store di sana. Akibatnya, Mantua bisa saja menarik semua merek mewah Eropa dari lantai satu Belmore.

Ancaman itu membuat ruangan hening. Eun-tae menambahkan bahwa tarif umum untuk merek mewah akan diturunkan menjadi 14%. Dulu pihak toko yang lebih dulu menekan Hongsung dan meminta tarif lebih tinggi, jadi sekarang giliran Hongsung yang menentukan syarat. Pada akhirnya Kim Soon-wook terpaksa mengalah.

Paradis Mall Datang Meminta Maaf

Di Paradis Mall, eksekutif bernama Kim yang sempat berselisih dengan Jun-ho menemuinya untuk meminta maaf. Ia bertanya apakah kerja sama bisa dilanjutkan sesuai kontrak awal. Jun-ho menolak langsung setuju dan menegaskan bahwa sikap Paradis Mall sebelumnya sudah keterlaluan.

Kim kemudian berlutut. Jun-ho akhirnya bersedia mempertimbangkan, dengan syarat Kim mau memikirkan perombakan sebagian desain interior. Adegan ini kecil, tapi cukup memuaskan karena Jun-ho terlihat lebih matang dari sebelumnya.

Di Atap Kantor, Dua Sahabat Lama Bicara Jujur

Setelah kembali ke kantor Hongsung, Executive Director Gu memuji kerja Eun-tae dan timnya. Saat yang lain naik ke ruang kerja, Eun-tae membuka ponsel dan mendapati Seon-hyeok menunggu di atap kantor, tempat mereka dulu sering mengobrol.

Seon-hyeok bercerita bahwa CGM memberinya kesempatan lagi dan kini ia bekerja di Gwangdong. Ia tahu kesepakatan dengan Mantua adalah ide Eun-tae. Meski kalah, ia mengaku menikmati pekerjaannya setelah keluar dari Hongsung, tetapi menurutnya Eun-tae belajar menikmati kerja justru saat masih berada di dalam perusahaan.

Eun-tae pun jujur. Meski menang, ia merasa kesepian saat pulang ke rumah dan bahkan merindukan rekan-rekannya, yang ia syukuri keberadaannya. Seon-hyeok mengajak minum bersama setelah beberapa waktu berlalu, dan Eun-tae setuju. Bagiku, inilah adegan paling hangat di episode ini.

Di ruangan Gu, Park ditawari posisi direktur. Gu menggabungkan tim penjualan 1 dan 2 dan membuka posisi baru Sales Director. Park menerimanya dan berterima kasih.

Apakah Eun-tae dan Jun-ho Naik Jabatan?

Ya, keduanya. Email restrukturisasi dikirim ke seluruh karyawan: Eun-tae menjadi deputy general manager of sales planning, sedangkan Jun-ho naik menjadi manajer. Eun-tae mengajak timnya makan malam untuk merayakannya. Jun-ho berkelakar bahwa kinerja tim meningkat sejak hari Eun-tae marah kepadanya. Namun ia juga cemas memikirkan Ji-hye dan posisinya di perusahaan.

Hadiah dari CEO dan Permintaan yang Berbuah Pahit

Keesokan harinya, seorang pria tua masuk ke Hongsung dan langsung menemui Direktur Gu. Ia ternyata CEO perusahaan dan meminta bertemu Eun-tae. Deputy Director Jang menelepon Eun-tae dengan wajah gugup dan menyebut ini pertama kalinya CEO memanggil seseorang seperti ini.

Di ruangan CEO, Eun-tae diberi ucapan selamat atas promosinya, lalu ditawari hadiah apa pun yang bisa CEO kabulkan. Eun-tae meminta agar status Ji-hye diubah dari pekerja kontrak menjadi karyawan tetap. Adegan lalu berpindah ke Eun-tae yang turun kembali dengan wajah muram.

Nasib Ji-hye: Dipecat, Bukan Diangkat

Ji-hye tidak diangkat menjadi karyawan tetap. Ia justru dipecat. Kilas balik menjelaskan sebabnya: CEO kecewa karena Eun-tae memakai hadiahnya untuk satu orang, bukan meminta perubahan struktural. Menurut CEO, karyawan tingkat manajemen harus melihat gambaran yang lebih besar. Karena itu, ia memutuskan memberhentikan Ji-hye.

Ji-hye segera menerima email pemutusan kontraknya. Eun-tae meminta maaf, tetapi Ji-hye tampak lebih tegar darinya. Ia mengingatkan Eun-tae pada ucapannya sendiri bahwa nilai dirinya tidak berubah, apa pun hasil pekerjaannya. Ia optimis akan menemukan pekerjaan baik di tempat lain.

Ke Mana Ji-hye Setelah Dipecat?

Eun-tae ternyata sudah menyiapkan jalan keluar. Ia bertanya apakah Ji-hye bersedia bekerja di luar negeri. Karena Mantua akan mengirim jauh lebih banyak barang ke Korea Selatan, dibutuhkan satu karyawan khusus untuk menanganinya, dan Sponza bersedia merekrutnya. Ji-hye begitu senang sampai menangis.

Kilas balik memperlihatkan Eun-tae sudah menceritakan rencana cadangan ini kepada Jun-ho, kalau-kalau Ji-hye gagal diangkat. Kemudian di atap, Hae-joo berkomentar betapa banyak perubahan pada Eun-tae dan orang-orang di sekitarnya. Eun-tae berterima kasih secara resmi atas semua bantuannya, lalu pergi.

Pemilik Kafe Ternyata Pemenang Lotre Juga

Pagi berikutnya, Eun-tae mampir ke kafe dan mendapat kejutan: pemiliknya juga pemenang lotre. Ia mengaku langsung mengenali hal itu pada diri Eun-tae.

Eun-tae bercerita bahwa ia belum memakai uangnya sama sekali, tetapi hidupnya tetap berubah. Bukankah ia bisa menjalani hidup seperti itu tanpa uang? Pemilik kafe menjawab bahwa saat menengok ke belakang, uang itu juga mengubah hidupnya. Eun-tae lalu berangkat kerja dan bergabung dengan timnya di lift.

Ending The Ordinary Jackpot: Soal Uang Kembalian

Serial ditutup dengan epilog singkat. Eun-tae membeli minuman di toko yang sama seperti sebelumnya. Mesin kartu rusak, jadi ia menyodorkan uang tunai. Namun toko tidak punya uang kembalian, dan kasir bertanya bagaimana sebaiknya diselesaikan. Eun-tae hanya tersenyum.

Menurutku, senyum itu menunjukkan Eun-tae santai menghadapi hal sepele. Tapi serialnya tidak memperlihatkan apa yang ia pilih, jadi penonton bebas menafsirkannya.

Review: Finalnya Hangat, Tapi Pertanyaan Besarnya Dibiarkan Menggantung

Aku menilai episode 10 sebagai penutup yang rapi. Konflik CGM diselesaikan lebih dulu, dan melihat Eun-tae menghadapi para eksekutif department store dengan begitu percaya diri terasa memuaskan. Izin dari Direktur Gu untuk bersikap berani membuat kepercayaan dirinya masuk akal.

Yang Berhasil

  • Strategi negosiasi Eun-tae. Ancaman soal Mantua lalu tarif 14% terasa tajam, dan balasan “sekarang giliran kami” berhasil.
  • Adegan CEO sebagai penyeimbang. Eun-tae tidak dibiarkan menang di segala hal. Kesalahannya dan pelajaran soal gambaran besar membuat finalnya tidak jadi sekadar pesta kemenangan.
  • Obrolan Seon-hyeok dan Eun-tae. Adegan ini bicara banyak tentang persahabatan mereka dan memberi isyarat bahwa mereka tetap bisa berteman ke depannya.
  • Percakapan dengan pemilik kafe. Pertanyaan Eun-tae apakah ia bisa melakukan semua ini tanpa uang itu menyentuh.

Yang Kurang

  • Pemecatan Ji-hye terasa terlalu keras. Ia dipecat padahal bukan salahnya. Lebih masuk akal dan etis kalau Eun-tae yang menanggung hukumannya, apalagi CEO hanya muncul beberapa menit dalam seluruh serial.
  • Rencana cadangan terlalu mulus. Karena Eun-tae sudah menyiapkan jalan keluar, dampak pemecatan itu langsung melunak.
  • Rahasia lotre belum dibahas. Aneh rasanya Eun-tae belum bercerita kepada siapa pun soal kemenangannya.
  • Soal uang hanya digarap di permukaan. Serial ini mengajukan pertanyaan bagus tentang apa yang benar-benar diubah oleh uang, lalu berhenti begitu saja. Sayang sekali untuk serial dengan premis seperti ini.

Skor: 7/10

Finalnya hangat dan punya beberapa adegan kuat, tetapi gagasan utamanya kurang digali dan nasib Ji-hye terasa mengganjal.

FAQ

Apakah Eun-tae dan Jun-ho naik jabatan di episode 10? Ya. Eun-tae menjadi deputy general manager of sales planning, dan Jun-ho menjadi manajer.

Apakah Ji-hye diangkat jadi karyawan tetap? Tidak. Setelah Eun-tae meminta CEO mengubah status kontraknya, CEO malah memecatnya.

Di mana Ji-hye bekerja setelah dipecat? Eun-tae menawarinya pekerjaan di luar negeri. Mantua akan mengirim lebih banyak barang ke Korea Selatan, dan Sponza bersedia merekrutnya.

Apakah pemilik kafe juga pemenang lotre? Ya. Ia mengaku mengenali hal itu pada Eun-tae.

Apa arti ending The Ordinary Jackpot? Epilog memperlihatkan Eun-tae di toko yang mesin kartunya rusak dan tidak punya kembalian untuk uang tunainya. Ia hanya tersenyum kepada kasir, dan sisanya dibiarkan terbuka.

The Ordinary Jackpot Episode 9 | Eps Guide

Tinggalkan komentar